Bab terbaru Dandadan Chapter 211, berjudul Who the Heck? (Nanimono?), menghadirkan alur yang makin kompleks dengan kombinasi antara drama, misteri, dan politik dunia yokai. Bab ini memperlihatkan dua fokus utama: hubungan rumit antara Count Saint-Germain, Enenra, dan Black Paladins, serta kekhawatiran Seiko terhadap kondisi Momo dan ancaman baru yang muncul.
Dengan pengembangan karakter yang mendalam dan informasi baru mengenai organisasi gelap, bab ini menandai awal dari konflik di arc berikutnya.
Count Saint-Germain dan Henchman-nya di Tasty Geezer Breads
Cerita dimulai di toko roti Tasty Geezer Breads, tempat Count Saint-Germain bekerja bersama salah satu bawahannya. Adegan ini memperlihatkan sisi aneh dan eksentrik dari Count Saint-Germain yang tampaknya menikmati pekerjaan sebagai pembuat roti, meski jelas bukan profesi yang cocok untuk seseorang dengan statusnya yang misterius.
Bawahan perempuannya mengeluh karena merasa waktunya lebih baik digunakan untuk memburu Okarun, bukan membuat roti. Namun, Count Saint-Germain menegur keras keluhan itu. Ia menegaskan bahwa kegagalan bawahannya bukan karena alat atau teknologi yang ia berikan, tetapi karena kelemahannya sendiri.
Dialog ini menggambarkan filosofi Saint-Germain yang menarik — bahwa kekuatan sejati tidak berasal dari senjata, melainkan dari kemauan untuk berkembang. Setelah adu argumen singkat, aroma gosong tiba-tiba tercium dari oven, menandakan roti terbakar. Tapi ternyata, asap itu bukan roti, melainkan kehadiran makhluk misterius — Enenra.
Enenra dan Count Saint-Germain: Rencana Gagal dan Informasi Baru
Enenra muncul dengan sikap tunduk di hadapan Count Saint-Germain. Ia mengembalikan kozuka knives yang sebelumnya dipinjam dan mengaku gagal menyelesaikan misinya akibat gangguan dari pihak luar, yaitu bantuan yang disewa oleh Serpo.
Menariknya, Enenra memperlihatkan sisi ksatria yang bertanggung jawab. Ia berniat menanggung kesalahan sendiri dan berjanji untuk memulihkan kekuatannya. Namun, Count Saint-Germain menanggapinya dengan tenang. Ia tidak menyalahkan Enenra, justru mengatakan bahwa dari kegagalan tersebut mereka memperoleh informasi penting tentang kompatibilitas yokai dan evolusi kekuatan spiritual manusia.
Saint-Germain juga mengungkapkan bahwa ia telah menemukan individu dengan bakat luar biasa, yakni Koki Yukishiro, yang kini memiliki kemampuan Lord of the Flies versi yang telah ditingkatkan. Namun, ia memperingatkan Enenra bahwa langkah mereka semakin berisiko karena Sorcerers Association pasti akan memperhatikan gerakan mereka setelah insiden ini.
Ketidakpercayaan Terhadap Serpo dan Gagasan Menggandeng Okarun

Dalam percakapan mereka, Count Saint-Germain menunjukkan sikap curiga terhadap Serpo, kelompok alien yang sempat muncul di arc sebelumnya. Ia yakin bahwa para Serpo menyembunyikan banyak hal, termasuk fakta bahwa hanya manusia yang dapat mengendalikan kekuatan yokai secara penuh.
Karena alasan itu, Saint-Germain justru mengusulkan ide mengejutkan: membentuk aliansi dengan Okarun untuk menciptakan “yokai sempurna.”
Rencana ini menjadi poin penting dalam Dandadan Chapter 211. Karena memperlihatkan kemungkinan alur di mana Okarun — yang selama ini melawan kekuatan-kekuatan misterius — bisa saja dimanfaatkan oleh pihak lain yang lebih berbahaya.
Adegan Lembut di Toko Roti: Sisi Kemanusiaan yang Tak Terduga

Di tengah percakapan serius tersebut, ada momen kecil namun bermakna. Seorang anak kecil datang ke toko roti dan memberikan origami burung bangau sebagai ucapan terima kasih karena roti yang dibuat oleh bawahan Count Saint-Germain rasanya enak.
Gestur polos itu melunakkan hati sang bawahannya yang semula frustrasi. Adegan ini menjadi kontras manis di antara konflik besar yang sedang berkembang.
Melihat interaksi itu, Enenra yang sedang berada di luar bertanya-tanya mengapa seseorang seperti Count Saint-Germain, yang berasal dari kalangan bangsawan dan memiliki kekuatan luar biasa, memilih menyamar sebagai rakyat biasa dan berinteraksi dengan manusia biasa.
Pertanyaan ini menyoroti sisi kompleks Saint-Germain yang tampaknya memiliki agenda tersembunyi lebih dalam dari yang terlihat.
Seiko dan Jiji Mengungkap Keberadaan Black Paladins
Bab ini juga menampilkan percakapan penting di rumah sakit, antara Seiko dan Jiji. Mereka membahas identitas Enenra, yang ternyata bukan sekadar yokai biasa. Dari informasi yang diungkap, Seiko mengaitkannya dengan kelompok misterius dari luar negeri yang dikenal sebagai Black Paladins.
Menurut Seiko, Black Paladins adalah organisasi yang mengumpulkan kekuatan yokai dan kutukan, kemudian menjual jasanya kepada perusahaan besar untuk menjatuhkan pesaing bisnis melalui serangan spiritual dan sabotase supranatural.
Mereka bukan sekadar dukun atau pemburu roh, melainkan diviner profesional yang beroperasi di bawah bayangan korporasi.
Seiko juga menyebut satu nama penting dari kelompok itu — seorang pembunuh terkenal yang dijuluki “Flying Ace.”
Informasi ini mengubah arah cerita secara signifikan, menunjukkan bahwa konflik di dunia Dandadan kini tidak hanya melibatkan yokai dan alien, tetapi juga perang rahasia antarorganisasi mistik global.
Sorcerers Association dan Ancaman di Jepang
Jiji, yang mendengarkan penjelasan Seiko, merasa khawatir karena organisasi sekuat Black Paladins kini beroperasi di Jepang. Namun, Seiko menenangkannya. Ia mengatakan bahwa Sorcerers Association sudah mengetahui keberadaan mereka dan telah mengeluarkan peringatan tingkat tinggi untuk menghambat gerakan para Paladin.
Walau demikian, Seiko tetap merasa bersalah karena tidak bisa melindungi semua orang, terutama Momo. Jiji pun menghiburnya, menyebut bahwa berkat Seiko-lah mereka bisa selamat dari pertempuran sebelumnya dan menegaskan bahwa ia berhasil mengalahkan Enenra berkat bantuannya.
Namun, momen hangat itu segera berubah menjadi kekhawatiran baru saat Seiko menyadari bahwa Momo kehilangan kekuatannya dan sebagian ingatannya, membuat mereka rentan terhadap ancaman Black Paladins di masa depan.
Momo dan Bamora: Pertemuan Emosional yang Penuh Kebingungan
Bab diakhiri dengan adegan Momo Ayase yang kini benar-benar kehilangan ingatannya. Saat Bamora memeluknya dengan haru karena Momo telah kembali ke ukuran normal, Momo justru terlihat kebingungan dan berusaha menolak pelukan.
Kehilangan memori Momo tampaknya menjadi tema utama arc berikutnya, yang kemungkinan akan berhubungan dengan eksperimen yokai yang sedang dilakukan Count Saint-Germain dan kelompok Black Paladins.
Dandadan Chapter 211 menjadi bab yang sangat penting dalam keseluruhan alur. Tidak hanya memperluas dunia dengan memperkenalkan Black Paladins. Tetapi juga memperlihatkan bagaimana setiap karakter kini berada di jalur konflik besar yang akan menyatukan manusia, yokai, dan organisasi supranatural.
Dengan Count Saint-Germain yang mulai menunjukkan sisi manipulatifnya, Okarun mungkin akan dihadapkan pada pilihan berbahaya antara aliansi dan kehancuran.
Bab ini menegaskan bahwa Dandadan terus berkembang menjadi manga aksi-supranatural yang matang, penuh intrik, dan selalu mampu memadukan ketegangan dengan sentuhan emosional yang kuat.
- Baca Artikel lainnya di Isekai Gate.


Comment