Bab terbaru Dandadan Chapter 212 berjudul Momo’s Memories (モモの記憶) menghadirkan kisah penuh emosi antara Momo Ayase dan Okarun. Setelah kejadian besar di Shimane, Momo akhirnya kembali ke kehidupannya yang normal — namun tidak sepenuhnya.
Ia mengalami kehilangan ingatan tentang masa-masa yang ia habiskan bersama teman-temannya, termasuk kenangan penting dengan Okarun.
Bab ini tidak hanya menyentuh secara emosional, tetapi juga menyoroti dinamika hubungan antar karakter dan tekad Okarun untuk memperbaiki segalanya.
Okarun dan Aira Memulai Hari dengan Latihan Ki
Cerita dimulai dengan Okarun yang berangkat ke sekolah sambil berlatih latihan pengendalian Ki.
Ia tampak berusaha fokus, meski merasa canggung karena dilirik oleh teman sekelasnya. Tak lama kemudian, Aira muncul dan dengan ceria ikut bergabung dalam latihan tersebut.
Aira penasaran tentang tujuan latihan Okarun, dan percakapan mereka beralih ke kondisi fisiknya pasca pertempuran di Shimane.
Aira menjelaskan bahwa Queen menyembuhkan luka-lukanya hanya dengan menaruh tangan di atasnya, menandakan bahwa Queen memiliki kemampuan penyembuhan. Namun, ada harga yang harus dibayar. Kemampuan itu tampaknya menyebabkan penurunan kondisi fisik atau penyakit ringan bagi Queen setiap kali digunakan.
Meskipun Aira menyadari bahwa hal tersebut bisa menjadi pertanda bahaya, ia tetap percaya bahwa Queen berbeda dari entitas lain yang pernah mereka hadapi.
Suasana Ceria Berubah Saat Momo Kembali
Ketika latihan mereka berlangsung, Jiji datang dengan gaya khasnya yang menggoda, menuduh Aira dan Okarun sedang “flirting”.
Suasana menjadi lebih ringan ketika Jiji mengumumkan bahwa Momo telah kembali ke ukuran normalnya setelah insiden di Shimane.
Okarun dan Aira segera menyambut Momo yang datang bersama Bamora, disambut dengan kebahagiaan dan kehangatan.
Namun, sejak awal, Aira merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Saat Momo dengan datar mengucapkan terima kasih kepada Okarun, Aira merasa bahwa nada dan ekspresi Momo tidak seperti biasanya.
Aira mencoba menegurnya dengan lembut, mengingatkan betapa khawatirnya mereka selama Momo menghilang. Namun, justru di sinilah bab ini mengambil arah yang mengejutkan.
Momo Tidak Mengenali Aira

Bab 212 Dandadan menampilkan Momo kehilangan ingatan dan perjuangan Okarun untuk membantunya mengingat kembali.
Secara tiba-tiba, Momo bertanya siapa Aira, membuat suasana hening seketika.
Baik Aira maupun Okarun terkejut, tidak percaya dengan apa yang baru mereka dengar. Aira mencoba bercanda dan mengira Momo hanya sedang menggoda, tetapi Momo menatapnya serius dan bahkan menyalahkan Aira karena bertingkah seolah mereka dekat.
Jiji akhirnya mencoba menjelaskan situasi yang sebenarnya. Ia mengungkap bahwa Momo kehilangan seluruh kenangannya sejak ia pertama kali mulai berinteraksi dengan mereka.
Kenangan tentang Okarun, Aira, Jiji, dan semua peristiwa supranatural yang mereka alami bersama telah menghilang.
Menurut penjelasan Jiji, Seiko—nenek Momo—telah menyarankan agar mereka tidak memaksa Momo untuk mengingat dalam waktu dekat. Ia percaya bahwa kenangan Momo akan kembali dengan sendirinya seiring waktu.
Momo di Sekolah: Antara Normal dan Kosong
Adegan berikut memperlihatkan Momo di sekolah, disambut kembali oleh teman-teman lamanya, Miko dan Kei.
Momo dengan tenang memberitahu mereka tentang kondisinya, bahwa ia tidak ingat banyak hal setelah kejadian di Shimane.
Meski terdengar tegar, jelas terlihat bahwa Momo berusaha menutupi kebingungan dan kehilangan arah yang ia rasakan.
Sementara itu, Jiji yang melihat situasi dari kejauhan merasa sedikit lega karena Momo masih mengenali teman-teman sekolahnya. Setidaknya sebagian kecil dari kehidupan lamanya masih tersisa.
Okarun dan Rasa Kehilangan yang Tak Terucapkan

perjuangan Okarun untuk membantunya mengingat kembali
Di sisi lain, Okarun duduk diam di kelasnya dengan kepala tertunduk di atas meja.
Wajahnya mencerminkan campuran rasa sedih, frustrasi, dan kerinduan mendalam.
Semua momen yang ia habiskan bersama Momo — pertempuran, tawa, dan bahkan panggilan lembut dari Momo — kini lenyap dari ingatannya.
Namun, Okarun tidak menyerah. Ia memahami saran Seiko, tetapi hatinya menolak untuk diam. Setelah jam istirahat, ia berjalan menyusuri koridor sekolah dengan tekad baru di wajahnya.
Okarun tahu bahwa ia tidak bisa memaksa Momo mengingat, tetapi ia juga tidak bisa berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja. Ia bertekad untuk membuat Momo mengingatnya kembali dengan caranya sendiri, meski itu berarti harus memulai dari awal.
Tema Emosional: Cinta, Kehilangan, dan Awal Baru
Bab 212 menggambarkan perpaduan sempurna antara drama emosional dan pembangunan karakter.
Kehilangan ingatan Momo bukan hanya sekadar twist cerita, tetapi juga simbol dari perubahan dan kelahiran ulang—baik bagi dirinya maupun bagi Okarun.
Tema utama bab ini mencakup:
Kenangan dan Identitas: bagaimana kehilangan memori dapat mengubah hubungan seseorang dengan dunia sekitarnya.
Kesetiaan dan Ketulusan: tekad Okarun untuk bertahan di sisi Momo, meskipun tidak lagi dikenali.
Harapan akan Pemulihan: bahwa cinta dan koneksi emosional sejati tidak mudah hilang, bahkan ketika ingatan memudar.
Dandadan Chapter 212 menjadi salah satu bab paling menyentuh dalam seri ini.
Melalui kehilangan ingatan Momo, manga ini mengeksplorasi makna hubungan manusia dan perjuangan untuk mempertahankan koneksi emosional di tengah keterasingan.
Okarun yang bertekad untuk “mengulang segalanya dari awal” menjadi lambang harapan bahwa bahkan dalam kehilangan, masih ada kesempatan untuk menemukan kembali cinta dan persahabatan.
Bab ini sekaligus membuka jalan menuju konflik dan perkembangan emosional yang lebih dalam pada bab-bab selanjutnya, menjadikan Momo’s Memories sebagai titik balik penting dalam kisah Dandadan.
- Baca Artikel Manga lainnya di Isekai Gate.


Comment