Blue Lock, serial manga populer karya Muneyuki Kaneshiro, menyajikan konsep sepak bola yang unik dan intens. Program Blue Lock, rancangan Jinpachi Ego, bertujuan mencetak striker egois yang bisa membawa Timnas Jepang meraih kemenangan di Piala Dunia. Dalam prosesnya, sebanyak 300 striker SMA berbakat diseleksi dan diadu hingga menyisakan para peserta terbaik yang siap bertarung di tahap akhir.
Walau para peserta awalnya adalah penyerang, seiring waktu mereka diharuskan menguasai posisi bertahan, seperti bek, untuk memenuhi kebutuhan strategi tim. Selain itu, ada juga beberapa bek berbakat yang diperkenalkan di luar program Blue Lock, menambah dinamika pertandingan. Berikut adalah bek-bek terbaik di Blue Lock yang memainkan peran penting dalam mengamankan pertahanan timnya.
Bek Terbaik di Blue Lock yang Wajib Kamu Tahu!
Gin Gagamaru

Gin Gagamaru mengalami perubahan posisi drastis dalam Seleksi Ketiga program Blue Lock. Dari seorang penyerang, ia dipercaya menjadi penjaga gawang Tim Blue Lock Eleven dalam pertandingan melawan Timnas U-20 Jepang. Gagamaru dikenal dengan refleksnya yang cepat, membuatnya layak berada di garis pertahanan terakhir untuk timnya.
Jingo Raichi

Sebagai anggota Tim Z, Jingo Raichi berhasil mencapai tahap akhir seleksi Blue Lock dan menjadi bagian dari tim utama Blue Lock Eleven, meskipun sebagai pemain cadangan. Saat Neo Egoist League berlangsung, ia beralih peran menjadi gelandang bertahan di tim Bastard Munchen. Raichi memiliki stamina luar biasa dan mampu bermain agresif, cocok sebagai gelandang box-to-box yang menghalau pergerakan musuh.
Ikki Niko

Ikki Niko pertama kali diperkenalkan sebagai andalan Tim Y, berkat kemampuan spasialnya yang luar biasa. Setelah dikalahkan oleh Yoichi Isagi, ia bertransformasi menjadi pemain bertahan saat Blue Lock Eleven bertanding melawan Timnas U-20 Jepang. Niko memiliki penguasaan bola yang solid dan kemampuan membaca permainan, menjadikannya salah satu bek andalan selama Neo Egoist League.
Aoshi Tokimitsu

Tokimitsu adalah salah satu pemain terbaik di Seleksi Kedua, menempati peringkat ketiga setelah Rin Itoshi dan Jyubei Aryu. Walaupun introver dan kurang percaya diri, ia memiliki stamina luar biasa yang membuatnya menjadi bek tangguh di garis pertahanan. Ketahanan fisiknya membuatnya menjadi tumpuan tim dalam bertahan.
Jyubei Aryu

Berada di peringkat kedua selama Seleksi Kedua, Jyubei Aryu kemudian terpilih sebagai pemain utama Blue Lock Eleven. Tinggi tubuhnya yang luar biasa membuatnya mampu menguasai peran sebagai bek tengah, meskipun ia sebelumnya berposisi sebagai penyerang. Dengan kaki panjang dan kemampuan fisiknya, Aryu adalah aset berharga yang efektif baik dalam menyerang maupun bertahan.
Kazuma Nio

Kazuma Nio adalah bek tengah andalan Timnas U-20 Jepang, yang secara khusus dilatih untuk peran bertahan sejak awal. Dengan tubuh tinggi dan kemampuan tackling yang solid, ia tampil sebagai bek andal yang mampu menghentikan pergerakan lawan. Selama pertandingan melawan Blue Lock Eleven, Nio berhasil menghentikan Seishiro Nagi dan memperlihatkan pertahanan kuat.
Don Lorenzo

Don Lorenzo, bek asal Italia yang berjulukan “The Ace Eater,” adalah pemain bertahan dalam tim Ubers selama Neo Egoist League. Selain penampilannya yang tinggi, Lorenzo memiliki obsesi besar terhadap uang dan diakui sebagai bek U-20 terbaik di dunia. Kemampuannya dalam membaca permainan membuatnya layak disebut sebagai salah satu bek paling berbakat.
Oliver Aiku

Kapten Timnas U-20 Jepang, Oliver Aiku, menempati posisi sebagai bek tengah dan memimpin timnya dengan kemampuan bertahan yang luar biasa. Penampilannya selama pertandingan Timnas U-20 Jepang melawan Blue Lock Eleven menjadikannya salah satu bek terbaik yang pernah diperkenalkan dalam Blue Lock. Setelah pertandingan besar tersebut, Aiku bergabung dengan Ubers Italia untuk Neo Egoist League, menambah kekuatan mereka di lini pertahanan.
Inilah deretan bek terbaik di Blue Lock yang berhasil mencuri perhatian. Masing-masing memiliki karakteristik unik yang membuat mereka unggul dalam bertahan. Menurutmu, siapa bek terbaik di antara mereka? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar!


Comment