Dandadan Chapter 208: Momo dan Bamora Akhiri Pertarungan

Bab terbaru Dandadan chapter 208 berjudul Who’s The Real Ninja?! menghadirkan puncak pertarungan sengit antara Momo, Bamora, dan Reptilian. Dengan strategi cerdas, referensi legenda Jepang, serta kekuatan eksplosif, Momo berhasil membalikkan keadaan dan mengakhiri pertempuran dengan cara yang mengejutkan.

Kaiju Suit Bamora Aktif Melawan Reptilian

Pertarungan dimulai dengan Momo masuk ke dalam kaiju suit milik Bamora. Dengan sinkronisasi penuh, mereka mengaktifkan bentuk kolosal sekaligus mode invisibility. Serangan awal berupa Blast Wind Thrust Attack hampir mengenai Reptilian, tetapi ia berhasil menghindar sambil mengungkap bahwa dirinya mengetahui teknologi proyeksi retroreflektif milik Bamora.

Reptilian kemudian memanggil ninja layang-layangnya dan melancarkan Ninja Art: Sakura Riot, hujan kembang api ledakan yang membuat gauge energi suit menipis dengan cepat. Bamora memperingatkan bahwa jika energi habis, suit akan mengempis dan tak bisa digunakan lagi.

Reptilian Deklarasikan Kemenangan

Saat gauge benar-benar mencapai nol, kaiju suit mulai mengecil. Reptilian pun mengumumkan kemenangannya sambil menginjak eksosuit. Ia menahan diri untuk tidak langsung membunuh Bamora karena ingin menyerahkan tubuhnya kepada Serpos untuk diteliti. Namun, suasana berubah saat ia mendengar suara Momo yang ternyata masih hidup.

Strategi Ninja ala Momo: Issun-Boshi

Momo mengejek Reptilian karena tidak berbicara dengan gaya khas ninja, lalu menyinggung kisah Issun-Boshi, prajurit kecil yang mampu mengalahkan raksasa dari dalam tubuhnya. Benar saja, Momo dan Bamora ternyata sudah keluar dari kaiju suit dan menyusup masuk ke dalam tubuh Reptilian menggunakan ninja explosives.

Reptilian panik mencoba mengusir mereka, tapi Momo dengan tenang memegang Bamora dan menegaskan bahwa ia pernah menghadapi situasi serupa melawan Topan sebelumnya. Motivasi balas dendam untuk neneknya membuat tekad Momo semakin kuat.

Moe Moe Tri-Beam Jadi Penutup

Dengan posisi tepat di dalam tubuh Reptilian, Momo mengaktifkan serangan pamungkas Moe Moe Tri-Beam untuk meledakkan bahan peledak. Hasilnya, tubuh kastil raksasa Reptilian hancur total, menandai berakhirnya duel sengit ini.

Dandadan chapter 208 menampilkan kombinasi strategi, humor, dan aksi khas seri ini. Dari penggunaan kaiju suit hingga strategi ala Issun-Boshi, Momo dan Bamora membuktikan bahwa kecerdikan bisa mengalahkan kekuatan raksasa. Bab ini juga menegaskan motivasi emosional Momo untuk membalas dendam atas neneknya, sekaligus menutup pertarungan epik melawan Reptilian dengan ledakan spektakuler.

Recommendations

One Piece 1142 membawa pembaca ke dalam petualangan penuh ketegangan dengan munculnya Holy Knight yang mulai mengancam anak-anak Elbaph! Dalam chapter kali ini, berbagai kekuatan baru diperkenalkan, serta beberapa teori…

Egghead: Salah Satu Arc Paling Penuh Aksi di One Piece? Seiring perkembangan arc Egghead yang kini mendekati klimaks setelah bab 1122, banyak fans mulai menyusun ulang daftar pertarungan terbaik di…

Dalam Sakamoto Days, Taro Sakamoto awalnya dikenal sebagai pembunuh bayaran legendaris yang memiliki tubuh atletis dan keterampilan tempur luar biasa. Namun, setelah pensiun dan membangun keluarga bersama Aoi, ia menjadi…

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *