Kenapa Kafka Masih Bisa Berubah Jadi Monster di Ending Kaiju No. 8? Ini Penjelasannya
Saat banyak penggemar mengira kisah Kafka Hibino akan berakhir dengan tenang sebagai manusia seutuhnya, ending manga Kaiju No. 8 justru memperlihatkan fakta mengejutkan: Kafka masih bisa berubah menjadi Kaiju No. 8. Apa yang sebenarnya terjadi? Berikut penjelasan lengkapnya!
Kafka Mengira Kaiju No. 8 Telah Lenyap
Di akhir pertarungan besar melawan Daikaiju era Meireki, Kafka sempat kehilangan kesadarannya. Ia berpikir bahwa misi para arwah prajurit kuno telah selesai, dan dirinya pun ikut “gugur” bersama mereka. Kafka merasa damai menerima kematiannya karena ia sudah siap menanggung semua risiko sejak awal menjadi Kaiju No. 8.
Namun secara mengejutkan, Isao Shinomiya menyelamatkannya. Dengan memberikan jantungnya sendiri sebagai pengganti, Isao membuat Kafka hidup kembali dalam tubuh manusia, menandakan akhir dari wujud kaiju… atau itulah yang Kafka kira.
Larva Kaiju No. 8 Masih Ada dalam Tubuh Kafka
Setelah kembali sadar, Kafka mendapati larva Kaiju No. 8 masih hidup dan tertidur dalam dirinya. Ini menjadi fakta mengejutkan karena sebelumnya larva itu dikenal agresif, penuh kemarahan terhadap para kaiju lain, terutama Daikaiju zaman Meireki.
Namun kali ini, larva tersebut terlihat damai, seolah tidak lagi menyimpan dendam. Kondisi ini menandakan bahwa walau konflik utama telah berakhir, kekuatan Kaiju No. 8 belum sepenuhnya menghilang. Bahkan kini, kekuatan itu berada dalam kondisi yang jauh lebih stabil dan terkendali.
Jiwa Para Prajurit Kuno Masih Tinggal Bersama Kafka
Fakta lainnya yang terungkap adalah bahwa Isao secara sadar menyuruh para prajurit kuno untuk tetap tinggal dalam tubuh Kafka. Tujuannya? Demi menjaga keamanan negara.
Sebagai jiwa pemimpin yang dihormati, permintaan Isao dituruti. Para prajurit kuno kini menjadi kekuatan baru bagi Kafka, menegaskan bahwa wujud Kaiju No. 8 tetap bisa diakses karena elemen inti kekuatannya masih utuh, bahkan diperkuat oleh niat para roh penjaga tersebut.
Kafka Hibino masih bisa berubah menjadi Kaiju No. 8 di ending manga karena tiga alasan utama:
Larva Kaiju No. 8 masih hidup dan tertidur damai dalam dirinya.
Ia menerima jantung manusia dari Isao, bukan berarti kekuatan Kaiju-nya lenyap.
Jiwa para prajurit kuno tetap bersemayam atas perintah Isao demi menjaga negeri.
Dengan itu, Kafka kini berada dalam kondisi yang seimbang—manusia dengan kekuatan kaiju. Ini membuka kemungkinan bahwa walaupun pertarungan besar telah usai, Kafka tetap bisa menjadi pelindung jika ancaman baru muncul.
Bagaimana menurut kamu? Apakah Kafka akan tetap menjadi simbol kekuatan pertahanan Jepang ke depannya, atau kekuatan itu justru akan menjadi beban baru? Jangan ragu untuk tulis pendapatmu di kolom komentar ya!




Comment