Pertempuran panjang melawan Daikaiju Era Meireki, monster yang menjadi simbol kehancuran manusia sejak zaman kuno, akhirnya mencapai puncaknya. Di bab terbaru Kaiju No. 8, kita melihat bagaimana Kafka dan rekan-rekannya berhasil mengakhiri teror tersebut lewat kerja sama, tekad, dan kekuatan penuh emosional.
Inilah momen-momen penentu dari babak akhir konflik besar ini!
Kafka Salurkan Semua Dendam ke Dalam Tinjunya

Dalam situasi genting, Kafka mengumpulkan semua amarah, kenangan, dan tekad para prajurit yang gugur untuk ditumpahkan melalui satu pukulan penentu.
Setelah Mina menyerang dengan meriam raksasa dan Kikoru berhasil membelah kepala monster, inti Daikaiju terekspos. Kafka langsung diminta menyerangnya sebelum regenerasi selesai.
Yang menarik, Kafka tidak menyerang sembarangan. Ia berdialog dengan versi kecil dirinya, mengingat impiannya bersama Mina—dan mengakui bahwa walau hidupnya tak berjalan sempurna, ia tetap bisa menjadi sosok yang “keren”.
Reno Membekukan Tubuh Monster di Saat Genting

Satu elemen penting yang jadi penentu keberhasilan Kafka adalah peran Reno.
Saat Daikaiju mencoba meregenerasi tubuhnya, Reno berhasil membekukan jaringan tubuh monster tersebut dengan kemampuan Numbers-nya. Aksi ini menghentikan regenerasi sejenak dan memberi Kafka waktu krusial untuk menyerang inti monster.
Tanpa dukungan Reno, serangan Kafka kemungkinan besar akan terlambat dan gagal.
Tinju Terakhir Kafka Menghantam Langsung ke Inti

Dengan emosi memuncak, Kafka melayangkan tinju terakhir yang menghantam langsung ke inti monster. Di tengah tekanan itu, Daikaiju sempat mencoba bangkit lagi, tapi pukulan Kafka sudah lebih dulu masuk—menghancurkan pusat kekuatannya.
Ini bukan sekadar pukulan fisik, tapi juga simbol dari semangat umat manusia yang tak mau lagi tunduk pada ketakutan dan kehancuran.
Tubuh Daikaiju Era Meireki Runtuh, Kemenangan Ditentukan

Setelah serangan Kafka, tubuh Daikaiju Era Meireki mulai hancur secara menyeluruh. Efek pukulan yang menghancurkan inti membuat monster legendaris itu tidak bisa lagi meregenerasi diri.
Narasi menyebutkan bahwa “tekad untuk bertahan hidup” telah menghancurkan mimpi buruk umat manusia, menandai berakhirnya ancaman monster terbesar dalam sejarah semesta Kaiju No. 8.
Bab terbaru ini membuktikan bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh kekuatan saja, tapi juga kerja sama, tekad, dan semangat untuk melindungi yang dicintai. Dengan peran penting Mina, Kikoru, Reno, dan Kafka, umat manusia akhirnya bisa bernapas lega.
Bagaimana pendapat kamu tentang akhir pertarungan ini? Apakah kamu puas dengan kemenangan Kafka?


Comment