Di chapter 203, Seiko diperlihatkan menghadapi salah satu musuh paling sulit sejauh ini. Setelah Momo dan Bamora dijebak dan dijatuhkan ke bawah tanah oleh ninja misterius, Seiko menjadi satu-satunya yang tersisa untuk menghadapi lawan.
Pertarungan ini bukan sekadar duel fisik biasa. Seiko sempat mengimbangi lawannya dalam hal teknik bela diri. Namun pria misterius yang dihadapinya tampak selalu bisa menyerang ke titik vital dan membuat setiap pukulannya terasa sangat berat. Ini menjadi awal dari ketegangan yang akhirnya berujung kekalahan Seiko.
Kekalahan Seiko yang Tak Terduga
Meski awalnya bisa memberi perlawanan, Seiko akhirnya dibuat tak berdaya. Ia dihajar hingga babak belur dan bahkan sempat diinjak secara brutal oleh lawannya.
Yang aneh, si pria tersebut tampak tidak berniat membunuh Seiko meski bisa melakukannya kapan saja. Ia justru terus mendesak Seiko untuk menyerah. Ini memunculkan spekulasi bahwa mungkin ia butuh Seiko untuk mengakui kekalahan secara sukarela demi tujuan tertentu—mungkin sebagai syarat merebut kekuatan spiritual milik Seiko.
Kelemahan Seiko: Tubuh Asap Milik En’enra
Salah satu alasan utama kekalahan Seiko adalah kekuatan musuh yang jauh di luar nalar. Pria yang ia hadapi ternyata pengguna En’enra, sosok yokai dengan tubuh yang sepenuhnya terbuat dari asap.
Serangan fisik biasa milik Seiko menjadi tidak berguna karena tubuh sang musuh bisa berubah menjadi asap dan tidak tersentuh. Sebaliknya, ia bisa memadatkan tubuhnya kapan saja untuk melancarkan serangan balik secara mendadak. Kekuatan ini membuat pertarungan menjadi sangat tidak seimbang.
Kondisi Seiko Sedang Tidak Optimal
Faktor lain yang tak kalah penting adalah kondisi Seiko yang sedang tidak fit. Sejak insiden jiangshi hingga manusia badai, Seiko sudah mengalami banyak luka dan kelelahan.
Ditambah lagi, Seiko dikenal sebagai medium yang hanya bisa memanggil kekuatan spiritual dari dewa penjaga wilayah tempat tinggalnya. Saat ia jauh dari rumah, seperti saat ini dalam perjalanan menuju kuil Izumo, ia tidak bisa mengakses kekuatan penuh miliknya. Dengan kondisi tubuh lemah dan akses energi spiritual terbatas, Seiko jelas berada dalam posisi sangat tidak menguntungkan.
Kekalahan Seiko di chapter 203 bukan karena ia kurang kuat, tapi karena kondisi yang sangat tidak ideal. Lawan yang memiliki kekuatan yokai seperti En’enra jelas bukan tipe musuh yang bisa dikalahkan hanya dengan kekuatan fisik dan teknik bela diri. Apalagi jika Seiko tidak bisa mengakses energi spiritual penuhnya.
Meski begitu, kekalahan ini justru menambah dimensi baru bagi cerita Dandadan. Kita bisa menantikan bagaimana Momo, Bamora, dan yang lainnya akan bangkit dan membalas serangan dari kelompok ninja misterius ini.



Comment