Dunia manga Dandadan karya Yukinobu Tatsu selalu penuh dengan keunikan dan keanehan yang memikat pembaca. Salah satu elemen yang menarik adalah The Music Room Portraits, makhluk supernatural yang muncul dalam Evil Eye Arc. Mereka menjadi antagonis kecil namun berkesan dengan latar belakang yang unik dan kekuatan yang mencengangkan.
Legenda dan Asal-Usul The Music Room Portraits
The Music Room Portraits adalah entitas yang dikenal sebagai tulpa, makhluk yang terbentuk dari ketakutan terhadap potret musisi klasik di ruang musik. Dalam cerita, mereka muncul di tengah malam atau pada pukul dua pagi jika seseorang memainkan piano dengan buruk di ruang musik. Mitos ini memiliki akar dalam Tujuh Misteri Sekolah Jepang, di mana potret musisi seperti Beethoven dan Mozart dikatakan hidup di malam hari, menebarkan teror dengan tatapan atau ekspresi yang berubah.
Kisah dan Peran di Dandadan

Dalam Dandadan, The Music Room Portraits pertama kali muncul setelah Turbo Granny memainkan piano dengan buruk dan menyalahkan Okarun serta Aira. Ketiganya kemudian menghadapi serangan dari entitas ini yang menggunakan not musik sebagai senjata. Dengan medan ilusi berupa sawah (Symphony No. 6: Pastoral) dan gedung opera (Symphony No. 9: Chorus), mereka memanfaatkan lingkungan untuk menjebak dan menyerang lawan.
Namun, kolaborasi antara Okarun dan Aira berhasil mengalahkan The Music Room Portraits, mengembalikan mereka ke bentuk potret semula. Arc ini tidak hanya menghadirkan aksi seru tetapi juga memperdalam elemen horor unik dalam seri.
Kemampuan Unik The Music Room Portraits

- Musik sebagai Senjata
The Music Room Portraits menyerang dengan not musik yang dapat meledak saat kontak. Serangan ini efektif untuk menghujani musuh dari jarak jauh. - Ilusi Dimensi Lain
- Symphony No. 6: Pastoral: Menciptakan sawah ilusi yang membatasi gerakan lawan.
- Symphony No. 9: Chorus: Memanggil paduan suara opera yang menyerang lawan secara massal.
- Kemampuan Melayang
Dengan bantuan konduktor, The Music Room Portraits dapat melayang, mempersulit lawan untuk menyerang mereka secara langsung. Namun, kemampuan ini hilang jika konduktor mereka dieliminasi.
Makna Budaya dan Referensi Musik
The Music Room Portraits adalah penghormatan kreatif terhadap tokoh-tokoh musik klasik seperti Beethoven, Mozart, dan Bach. Masing-masing tulpa memiliki kepribadian yang mencerminkan sejarah atau penggambaran populer mereka, seperti Beethoven yang tuli namun sensitif terhadap musik buruk, atau Mozart dengan selera humor kekanak-kanakan.
Legenda urban tentang potret musisi yang hidup di malam hari menambah lapisan horor budaya yang sudah ada di Jepang, membuat arc ini relevan sekaligus menakutkan.
Hal Menarik dan Trivia
- Tulpa dalam mitologi Tibet adalah manifestasi dari pikiran manusia, menjadikan The Music Room Portraits simbol ketakutan kolektif.
- Sebagian besar komposer yang ditampilkan memiliki ciri khas yang diambil dari kisah nyata atau penggambaran populer mereka di media lain.
The Music Room Portraits adalah salah satu contoh bagaimana Dandadan menggabungkan elemen horor, komedi, dan aksi dalam alur cerita yang memikat. Dengan kekuatan unik dan latar belakang budaya yang kaya, mereka memberikan warna tersendiri dalam dunia manga ini. Bagi penggemar Dandadan, arc ini adalah bukti kreativitas Yukinobu Tatsu yang terus mengeksplorasi ide-ide segar dalam cerita supernaturalnya.
Siapkah Anda menghadapi teror di ruang musik? 🎼


Comment